Sama pentingnya dengan manfaat follow up bagi bisnis Anda adalah mengetahui bagaimana cara follow up penjualan dan menerapkannya. Karena dengan begitu, Anda pun bisa benar-benar merasakan manfaat dari follow up dalam meningkatkan closing dan penjualan bisnis Anda.

Lalu, bagaimana ya caranya agar Anda bisa melakukan follow up dengan benar? Simak 5 tipsnya berikut ini, yuk!

Tips Follow Up Penjualan yang Benar

  1. Jangan “tagih” prospek.

Memang benar bahwa pentingnya follow up dalam penjualan adalah sebagai pengingat/reminder kepada prospek. Meski demikian, jangan sampai Anda melakukannya terlalu sering sampai-sampai prospek merasa Anda sedang mengejar-ngejar mereka seolah Anda menagih utang. Contohnya dengan mengirimkan pesan WhatsApp berkali-kali dalam sehari, bahkan setiap hari. Pasalnya, penting bagi Anda untuk menghormati waktu prospek, sehingga lakukan follow up dalam frekuensi yang sewajarnya saja agar Anda bukannya malah meninggalkan kesan buruk di mata prospek.

  1. Tak perlu ragu.

Di satu sisi, Anda juga perlu bertindak sigap dan tegas tanpa rasa ragu ketika akan melakukan follow up. Perasaan sungkan atau tidak enakan perlu Anda kesampingkan terlebih dahulu, termasuk rasa takut kalau-kalau Anda akan dibilang cerewet oleh prospek. Sebab, perasaan seperti itu sebenarnya hanya ada di dalam kepala Anda sendiri dan belum tentu Anda akan mengalaminya selama Anda menunda-nunda follow up. Dan selama Anda sudah menentukan aturan follow up yang wajar dan sopan, Anda tak perlu ragu lagi. Apalagi, makin ditunda, makin besar kemungkinan prospek “lepas” dari genggaman Anda dan “kabur” ke kompetitor, lho!

  1. Rangkum negosiasi/kesepakatan.

Follow up memang boleh dilakukan dengan pendekatan yang ramah seperti teman sendiri, tapi ingat bahwa Anda melakukannya untuk tujuan bisnis. Jadi, jangan sampai obrolan Anda dengan prospek malah jadi seperti tidak ada arahnya. Dengan demikian, pastikan bahwa Anda sudah merangkum atau mencatat poin-poin penting dari negosiasi atau kesepakatan sebelumnya ketika akan melakukan follow up. Kalau begitu, Anda bisa mengarahkan prospek dengan lebih baik sesuai dengan tujuan dari follow up itu sendiri.

  1. Gunakan promo dan urgensi.

Tak sedikit orang buru-buru membeli sesuatu karena adanya dorongan promo dan rasa urgensi, seolah-olah kalau mereka tidak segera transfer, barang akan ludes selamanya. Karena itu, Anda bisa kombinasikan keduanya agar follow up Anda benar-benar berujung closing. Contohnya “PROMO TERBATAS DISKON 15% HANYA UNTUK 15 ORANG PERTAMA!”.

  1. Manfaatkan layanan automasi WhatsApp.

Saat ini, WhatsApp (WA) sudah menjadi cara berkomunikasi masyarakat yang paling populer karena mudah dan praktis. Karena itu, Anda bisa manfaatkan WA untuk follow up agar kemungkinan pesan Anda diterima dan dibaca lebih tinggi, yang berarti peluang terjadinya closing juga besar.

Salah satu layanan automasi WhatsApp adalah Woo-Wa.com, yang bisa Anda gunakan untuk mengirimkan pesan secara otomatis sesuai kebutuhan Anda. Misalnya invoice, reminder untuk barang di keranjang atau pesanan yang belum dibayar, program promo, maupun pesan lainnya. Jadi, cara follow up penjualan dengan Woo-Wa.com akan jauh lebih hemat waktu, biaya, dan tenaga Anda, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *