Pentingnya follow up dalam penjualan sangat berkaitan erat dengan seberapa sukses closing yang terjadi, alias pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Follow up sendiri juga perlu dilakukan agar calon prospek tidak begitu saja lupa soal bisnis Anda, termasuk produk yang Anda tawarkan, barang maupun jasa.
Cara follow up penjualan yang paling sederhana adalah dengan menanyakan kembali calon konsumen mengenai penjelasan atau presentasi produk yang sudah dilakukan sebelumnya. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan jawaban langsung, termasuk tanggapan calon konsumen mengenai produk yang telah ditawarkan.
Alasan lain di balik pentingnya follow up dalam menjalankan bisnis adalah untuk menjaga agar calon konsumen Anda tidak malah berpaling ke bisnis atau produk milik kompetitor. Misalnya karena calon konsumen tersebut merasa kesulitan untuk menghubungi Anda kembali.
Tentunya apabila hal ini terjadi pada Anda, artinya Anda mengalami kerugian karena ada potensi closing atau penjualan yang hilang, kan? Karenanya, meskipun follow up penjualan memang terasa relatif melelahkan dan memakan waktu, jangan sampai Anda menunda-nundanya, apalagi mengingat lingkungan kompetisi bisnis yang semakin ketat.
Mengapa Perlu Melakukan Follow Up?
Ada beberapa alasan mengapa follow up perlu dilakukan, yang melandasi pentingnya follow up dalam penjualan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
Untuk meningkatkan penjualan.
Ketika Anda berbelanja, baik secara online maupun offline, tentu Anda akan sangat suka dengan toko/penjual jika Anda dilayani dengan baik, kan? Hal yang sama juga dirasakan oleh calon konsumen Anda. Apabila ia dilayani dengan baik dan sigap, calon konsumen tak akan segan untuk kembali menghubungi Anda atau mengunjungi toko online Anda untuk berbelanja, sampai dengan melakukan pemesanan kembali (repeat order), yang jelas meningkatkan penjualan bisnis Anda.
Sebagai pengingat (reminder) bagi prospek.
Dari penjelasan singkat di atas, Anda barangkali sudah bisa menyimpulkan bahwa proses follow up calon konsumen juga dapat dijadikan sebagai cara untuk mengingatkan calon konsumen tentang penawaran produk yang sudah dilakukan sebelumnya, alias sebagai reminder/pengingat.
Di sini, Anda juga bisa simpulkan apa perbedaan follow up dan closing – proses follow up bertujuan agar closing terjadi, yang berarti follow up dilakukan agar prospek melakukan hal yang Anda inginkan, misalnya melakukan pembelian (alias terjadi penjualan jika dilihat dari sudut pandang Anda sebagai pemilik bisnis/toko),
Menjalin dan meningkatkan hubungan baik dengan konsumen.
Melakukan follow up juga merupakan langkah terbaik yang dapat Anda lakukan agar Anda bisa menjalin hubungan yang baik dengan calon konsumen atau prospek potensial. Pasalnya, sejatinya pembeli tidak hanya sebatas membeli produk yang dijual oleh bisnis atau toko Anda, tapi juga mencari nilai personal di dalam produk tersebut. Atau singkatnya, pembeli selalu berpikir, “Mengapa saya membutuhkan produk ini sehingga saya harus membelinya?”
Dan dengan menjalin hubungan yang baik dengan konsumen, Anda juga memenangkan rasa percaya mereka. Dengan demikian, mereka tidak akan ragu untuk datang kembali ke toko Anda untuk melakukan pembelian, termasuk ketika Anda memiliki produk baru. Karena sekali lagi, mereka percaya bahwa produk baru yang Anda tawarkan juga tidak akan mengecewakan mereka.
Menyampaikan informasi atau update terbaru.
Dengan follow up, Anda juga bisa memberikan informasi terbaru terkait dengan bisnis maupun produk Anda. Contohnya program promo produk, informasi produk baru, sampai dengan tips-tips yang relevan dengan produk, bisnis, serta konsumen Anda.
Meningkatkan retensi konsumen dan bisnis dalam jangka panjang.
Ketika Anda sudah mendapatkan kepercayaan konsumen lewat hubungan yang baik dan komunikatif, dan konsumen akan selalu kembali untuk mendapatkan produk Anda, hal ini berarti Anda sudah sukses melakukan strategi retensi konsumen. Dalam jangka panjang, cara ini juga efektif dari kacamata pemasaran karena artinya bisnis Anda sudah bisa menghasilkan closing/transaksi tanpa harus terus-menerus melakukan promosi ke konsumen baru, lho!
Jadi, ke depannya, angka penjualan bisa meningkat karena Anda bisa menjaga konsumen agar selalu loyal dan berbelanja di toko Anda, sambil menjalankan program promosi untuk menggaet konsumen baru. Karena pada dasarnya, mayoritas bisnis akan “sakit” apabila hanya bisa menghasilkan konsumen yang sekali beli (one-time purchase), dan tidak melakukan pembelian berulang/repeat order.
Mendapatkan testimoni dan rekomendasi konsumen.
Salah satu alasan mengapa follow up dapat membantu meningkatkan retensi konsumen adalah agar konsumen loyal Anda bersedia memberikan testimoni positif mengenai bisnis maupun produk yang Anda miliki. Dan dengan testimoni positif tersebut, Anda bisa menggunakannya sebagai “senjata” dalam menarik calon konsumen baru agar mereka mau memercayai bisnis Anda.
Di samping itu, konsumen loyal juga akan selalu bersedia untuk mereferensikan atau merekomendasikan bisnis atau produk Anda kepada orang lain. Hal ini pula yang membuat follow up sangat bermanfaat bagi bisnis dari segi pemasaran atau marketing. Sebab, referensi atau rekomendasi dari orang lain bisa membantu Anda menghemat biaya pemasaran di kemudian hari, sambil tetap menarik calon konsumen baru dari referensi tersebut.
Meningkatkan performa bisnis.
Lewat follow up, Anda juga bisa mendapatkan masukan yang sangat bermanfaat dari para konsumen Anda. Contohnya masukan atau saran untuk peningkatan kualitas produk sampai dengan layanan. Di samping itu, follow up juga bisa jadi cara untuk mengembangkan bisnis Anda dengan meluncurkan produk baru yang makin sesuai dengan selera maupun kebutuhan pasar Anda, sebagaimana yang sudah ditunjukkan oleh bisnis-bisnis lain.
Membedakan bisnis Anda dengan kompetitor.
Meskipun follow up perlu dilakukan, sayangnya tidak semua bisnis melakukannya. Dan jika bisnis Anda menerapkan strategi follow up ini, Anda bisa membedakan bisnis Anda dengan para kompetitor di pasaran, yang juga menambah keunggulan bisnis Anda di mata konsumen.
Lebih bagus lagi apabila Anda melakukan follow up dengan pendekatan yang komunikatif, ramah, dan profesional, yang pasti akan dipandang positif di mata konsumen. Terlebih jika Anda juga tidak melulu “menagih” prospek agar membeli produk Anda saat melakukan follow up, yang malah bisa membuat prospek jadi kabur dan kapok.
Di samping itu, Anda juga perlu menghormati waktu prospek. Misalnya, prospek membalas pesan Anda dan berpesan kalau ia akan menghubungi Anda kembali. Kalau begitu, tunggu sampai prospek menghubungi Anda. Tapi, jika prospek masih belum menghubungi, Anda bisa tunggu kembali selama beberapa hari agar Anda tidak memberikan kesan ngotot atau memaksa.
Dengan mempertimbangkan pentingnya follow up sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, Anda barangkali sudah menyadari bahwa Anda pun perlu menggunakan channel yang tepat demi kelancaran proses follow up. Salah satunya adalah WhatsApp, yang memang merupakan media komunikasi dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.
Karena itu, tentu tak heran jika WhatsApp lantas merilis versi WhatsApp for Business, mengingat manfaat WhatsApp untuk bisnis online yang memang sangat signifikan. Hanya saja, ada platform-nya saja tidaklah cukup apabila Anda tidak menggunakannya dengan baik.
Dengan pertimbangan tersebut, Woo-Wa.com pun hadir untuk membantu Anda memanfaatkan segala keunggulan WhatsApp demi kemajuan bisnis Anda, terutama dalam proses follow up agar jadi lebih mudah dan praktis, serta dengan hasil yang sangat efisien.
Lewat Woo-Wa.com, Anda bisa manfaatkan layanan automasi WhatsApp yang ditawarkan untuk mengirim invoice, sebagai reminder/pengingat pesanan konsumen, broadcast informasi penting, dan sebagainya. Dengan begitu, manfaat dari pentingnya follow up dalam penjualan dapat dirasakan bisnis Anda dengan cara yang begitu sederhana agar Anda bisa fokus mengelola bisnis Anda.
