Mengetahui dan memahami perbedaan follow up dan closing sangat penting bagi Anda yang menjalankan bisnis. Sebab, meskipun follow up dan closing memang saling berkaitan, bukan berarti keduanya sama.

Secara harfiah, follow up berarti tindak lanjut. Dan dalam hal pemasaran dan penjualan, follow up lebih sering mengacu pada proses follow up kepada prospek atau calon konsumen, di mana Anda menghubungi mereka untuk menindaklanjuti penawaran bisnis atau produk yang sudah dilakukan sebelumnya. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan jawaban atau tanggapan dari mereka.

Sementara itu, closing adalah tindakan yang dilakukan prospek sebagai hasil dari proses follow up, sesuai dengan yang Anda inginkan. Misalnya, Anda ingin follow up dilakukan agar prospek akhirnya melakukan transaksi pembelian, alias terjadi penjualan dari sisi Anda sebagai penjual.

Oleh karenanya, Anda barangkali sudah bisa menyimpulkan alasan di balik pentingnya follow up dalam penjualan. Pasalnya, dengan follow up, persentase atau peluang terjadinya closing akan jauh lebih besar daripada jika Anda tidak melakukan follow up sama sekali.

Bagaimana Caranya Melakukan Follow Up?

Pada dasarnya, follow up dapat dilakukan lewat media apapun, baik itu telepon, email, hingga media sosial.

  1. Telepon.

Hingga saat ini, masih ada bisnis yang menggunakan telepon sebagai cara untuk melakukan follow up. Pasalnya, lewat telepon, Anda pun bisa mendapatkan respon secara langsung dari prospek atau konsumen sehingga efektivitasnya pun lebih tinggi.

  1. SMS.

Follow up juga dapat dilakukan melalui SMS. Salah satu contoh bisnis yang masih menggunakan SMS untuk follow up adalah perusahaan layanan telepon seluler alias provider, yang biasanya mengirimkan SMS kepada pengguna setelah pengguna menghubungi customer service atau layanan CS. Dalam SMS tersebut, pengguna dapat memberikan penilaian atau rating atas layanan CS yang baru saja digunakan, dan biasanya tidak dibebankan biaya sama sekali. Nah, karena faktor biaya SMS tersebut, saat ini tidak semua bisnis menggunakan SMS sebagai cara untuk melakukan follow up.

  1. Email.

Email pun bisa digunakan untuk melakukan follow up penjualan. Hanya saja, meskipun pengguna smartphone wajib memiliki akun email agar dapat mengaktifkan layanan smartphone, tidak semua orang rajin mengecek inbox atau kotak masuk email. Di samping itu, email bukan media berkomunikasi yang efektif untuk follow up penjualan karena cenderung tidak bisa digunakan untuk mengecek dan membalas pesan dalam waktu singkat. Meski demikian, Anda bisa manfaatkan email sebagai bagian dari strategi pemasaran lainnya, misalnya untuk newsletter atau penawaran produk lewat email marketing.

  1. WhatsApp.

Sampai saat ini, WhatsApp telah menjadi aplikasi perpesanan dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia, termasuk di Indonesia. Penggunaannya yang praktis dan fiturnya yang lengkap memudahkan pengguna dalam berkomunikasi. Karena itu, Anda bisa manfaatkan WhatsApp sebagai media untuk follow up penjualan.

Apalagi, Anda juga bisa gunakan layanan Woo-Wa.com untuk automasi WhatsApp bagi bisnis agar follow up jadi lebih mudah dan cepat. Misalnya mengingatkan konsumen kalau ada pesanan yang belum dibayar atau produk yang belum di-check out, dan sebagainya. Dengan begitu, persentase terjadinya closing jadi lebih tinggi, yang pasti menguntungkan bisnis Anda.

Jadi, tunggu apa lagi? Manfaatkan layanan Woo-Wa.com sekarang juga dan rasakan peningkatan penjualan besar-besaran!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *