Meningkatkan konversi dengan follow up memang merupakan cara yang sudah dilakukan oleh banyak pelaku bisnis dan dirasa ampuh. Hanya saja, bagaimana tepatnya langkah-langkah follow up yang perlu dilakukan agar peningkatan konversi benar-benar terjadi? Dan dalam ulasan berikut ini, Anda bisa temukan pembahasan tentang cara follow up penjualan untuk meningkatkan angka konversi dan menghasilkan lebih banyak penjualan.
Definisi Tingkat Konversi
Hanya saja, pertama perlu Anda pahami dulu apa itu tingkat konversi. Secara garis besar, tingkat konversi adalah angka pembelian di website, dibagi dengan total pengunjung website Anda, kemudian dikalikan dengan 100%. Meski begitu, tingkat konversi juga bisa diukur berdasarkan parameter lain, misalnya jumlah pesan follow up yang dikirim lewat email atau WhatsApp, dan sebagainya. Pada intinya, tingkat konversi menunjukkan persentase keberhasilan karena pelanggan Anda melakukan sesuatu yang Anda inginkan atau arahkan.
Sebagai contoh, jika Anda mengadakan program promo terbatas – misalnya promo tanggal kembar seperti 8.8, 9.9, dan seterusnya – maka peningkatan traffic website Anda atau tingginya angka checkout barang hanyalah salah satu bagian dari cara untuk mencapai konversi, dan pembayaran yang dilakukan pelanggan atas barang yang dibeli inilah yang disebut sebagai konversi.
Contoh lainnya misal ketika Anda mengirimkan pesan follow up penjualan lewat WhatsApp untuk mengingatkan pembeli bahwa ada pesanan yang belum dibayar. Nah, tingkat konversi bisa dikatakan mengalami kenaikan apabila pembeli lantas melakukan pembayaran setelah mendapatkan pesan pengingat tersebut.
Pentingnya Tingkat Konversi
Sebenarnya, ada begitu banyak hal yang dapat Anda pelajari ketika terjadi konversi. Dengan mengetahui tingkat konversi, Anda pun dapat mengamati pola tertentu atau metode interaksi yang paling efektif untuk meningkatkan konversi penjualan bisnis Anda. Karena itu, pentingnya tingkat konversi bukan hanya sebatas untuk mengetahui bahwa ada peningkatan penjualan, tapi juga insight berguna yang dapat diterapkan seterusnya agar penjualan terus meningkat dan omzet bertambah.
Definisi Follow Up
Sementara itu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan follow up? Dalam pemasaran, apa itu follow up dapat didefinisikan sebagai reaksi/tanggapan terhadap tindakan yang dilakukan oleh audiens Anda dengan tujuan untuk mengubahnya menjadi pembeli/pelanggan.
Sebagai contoh, ada pengunjung website Anda yang membuat akun, tapi tidak pernah melakukan transaksi pembelian sama sekali selama jangka waktu tertentu (misalnya 2 minggu atau 1 bulan). Dalam hal ini, Anda bisa kirimkan notifikasi kepada pengguna tersebut untuk mendorongnya agar melakukan transaksi, misalnya dengan memberikan insentif berupa promo khusus. Nah, inilah yang disebut sebagai follow up.
Hanya saja, cara melakukan follow up tidak bisa dilakukan dengan terus-menerus mengirimkan notifikasi pesan, misalnya setiap hari. Kalau begitu, pengguna bisa jadi malah merasa “diteror” dan akhirnya mereka malah enggan bertransaksi karena merasa tidak nyaman. Karena itu, follow up perlu dilakukan dengan cara yang halus dan tidak memaksa, namun memberikan dorongan bagi pengguna agar melakukan tindakan yang Anda kehendaki, yang biasanya juga dilakukan dengan memberikan insentif seperti promo.
Keuntungan Follow Up
Apabila diimplementasikan dengan cara yang tepat, ada berbagai manfaat follow up penjualan yang dapat bisnis Anda rasakan, seperti:
- Meningkatkan konversi. Follow up dapat dilakukan lewat berbagai cara atau medium, seperti lewat email, SMS, atau WhatsApp. Dan untuk meningkatkan konversi dengan follow up, Anda perlu memilih medium komunikasi yang paling familiar dan umum digunakan oleh audiens. Contohnya WhatsApp, yang pastinya sudah terasa sangat familiar bagi Anda.
Ditambah lagi, data juga menunjukkan bahwa WhatsApp adalah aplikasi perpesanan dengan jumlah pengguna bulanan terbanyak di dunia (1,5 miliar per 2019), response rate tertinggi di dunia (nyaris 60% pesan dijawab dalam waktu kurang dari 1 menit sejak pesan dikirim dan diterima), open rate atau persentase pesan dibaca sebesar 98%, dan click rate yang jauh mengungguli FB Ads dan email.
Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa pesan follow up penjualan lewat WA yang Anda kirim punya kemungkinan dibuka, dibaca, dan diklik lebih tinggi dibandingkan jika Anda memilih medium lain untuk follow up.
- Membantu membangun hubungan positif antara bisnis dengan pelanggan. Sebab, follow up bukanlah sebuah tindakan yang dilakukan satu arah, tapi berisikan pesan yang menunjukkan bahwa bisnis Anda peduli dengan pelanggan. Dengan demikian, follow up dapat mendorong terjadinya interaksi atau engagement dua arah, yang pada akhirnya juga dapat memberikan manfaat bagi bisnis Anda dalam jangka panjang. Misalnya loyalitas pelanggan, yang jelas dapat mendorong penjualan.
- “Menyaring” audiens yang sejak awal memang tidak tertarik. Karena terlepas dari dorongan atau insentif yang Anda berikan kepada audiens, Anda tetap tidak bisa mengendalikan tindakan/respon mereka. Karena itu, adanya follow up sebenarnya juga dapat membantu Anda memilah-milah antara audiens yang sebenarnya tidak tertarik dengan audiens yang punya potensi untuk jadi pelanggan. Lebih jauh lagi, Anda malah bisa menghemat waktu dan tenaga di kemudian hari dengan fokus hanya pada audiens potensial maupun mereka yang sudah jadi pelanggan.
Prinsip Kunci dalam Melakukan Follow Up
Lalu, bagaimana cara meningkatkan penjualan dengan follow up? Sebelumnya, Anda perlu ketahui dan pahami terlebih dahulu poin-poin penting berikut ini.
- Seberapa sering pesan follow up dikirim. Dan untuk mengetahuinya, Anda tidak bisa menggunakan formula yang pasti karena pada dasarkan faktor yang satu ini bergantung pada perilaku/behavior audiens Anda. Misal bisnis online Anda bergerak di sektor retail barang kebutuhan sehari-hari. Untuk sektor ini, melakukan follow up dalam frekuensi yang lebih sering cenderung lumrah dilakukan. Sedangkan jika produk yang Anda jual termasuk kelas high-end, Anda bisa atur jangka atau frekuensi follow up setiap 1 bulan.
- Kebermanfaatan (usefulness) dan kepentingan (importance). Secara umum, follow up dilakukan untuk menjaga ketertarikan audiens potensial terhadap bisnis Anda, serta agar mereka tidak “lepas” dari jangkauan Anda. Dengan begitu, buat isi follow up yang dianggap penting dan berguna bagi audiens mereka agar mereka merasa bahwa bisnis Anda adalah yang mereka butuhkan, sehingga mereka juga akan cenderung berakhir menjadi pelanggan secara sukarela.
- Isi pesan yang jelas. Meskipun tidak ada aturan baku mengenai seberapa panjang isi pesan follow up, pastikan bahwa pesan yang Anda tulis jelas dan mencantumkan hal-hal penting yang perlu diketahui oleh audiens. Contohnya jika Anda melakukan follow up karena ada belanjaan di cart yang belum di-checkout. Dalam kasus ini, Anda bisa cukup tuliskan pesan singkat seperti: “Stok salah satu barang di shopping cart-mu menipis, nih! Checkout sekarang, yuk!” diikuti dengan link.
- Call to action. Pada akhirnya, secermat apapun Anda melakukan follow up untuk meningkatkan penjualan toko online, akhirnya strategi Anda jadi sia-sia tanpa adanya call to action (CTA). Bagian ini biasa ada di akhir pesan dan berisi instruksi/perintah agar audiens melakukan tindakan yang Anda kehendaki. Dalam contoh di poin sebelumnya, “Check out sekarang, yuk!” adalah CTA.
- Kapan follow up dikirim. Poin yang satu ini juga tidak memiliki aturan baku. Tapi, Anda bisa gunakan kombinasi antara data atau statistik, serta intuisi dalam menentukan kapan pesan perlu dikirim. Idealnya, kirim pesan pada jam-jam saat open rate tinggi.
Dan agar proses follow up jadi makin mudah, simpel, dan hemat waktu, sekarang Anda bisa gunakan layanan notifikasi dan reminder otomatis melalui WhatsApp yang dapat diintegrasikan dengan toko online Anda, lho! Dengan menggunakan informasi nomor kontak pembeli yang telah diberikan, Anda pun bisa lakukan follow up secara langsung dan otomatis tanpa harus membuka laptop, HP, atau WhatsApp.
Kok bisa? Tentu saja bisa karena ada Woowa dengan layanan notifikasi dan reminder WhatsApp otomatis yang andal. Cukup koneksikan WhatsApp bisnis Anda dengan server Woowa, WhatsApp Anda pun akan aktif selama 24 jam secara otomatis untuk mengirimkan pesan follow up! Cara ini tentu bisa meringankan beban kerja Anda maupun staf CS, sehingga Anda bisa lebih fokus untuk mengembangkan usaha dan CS bisa lebih berkonsentrasi meningkatkan interaksi dan engagement dengan pelanggan.
Jangan ditunda-tunda lagi! Yuk gunakan Woowa sekarang juga untuk meningkatkan konversi dengan follow up dan buat penjualan Anda terus bertambah!
